Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772 / 085712999772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 3 - Fahmi

085362627774 / 081534994774

cs.parapsikologi@gmail.com

http://parapsikologi.com/gambar/bbm/bbmintan.png

http://www.ilmuhikmah.com/wp3.png
Yahoo! Messenger

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

 

 

Legenda Nyi Roro Kidul

Lukisan Nyi Roro Kidul

Di masa lalu, hiduplah seorang putri nan cantik jelita yang bernama Dewi Kadita. Dewi Kadita adalah putri dari Raja Munding Wangi, Seorang raja di Kerajaan Pajajaran. Walaupun sang raja telah memiliki seorang putri yang cantik jelita, Namun, beliau masih selalu bersedih. Sebab, sebenarnya sang raja berharap bisa mempunyai putra laki-laki untuk mengantikannya menjadi seorang raja kelak. Raja pun kemudian menikah lagi dengan Dewi Mutiara, dan pernikahannya tersebut, beliau dikaruniai seorang anak laki-laki sebagaimana beliau idam-idamkan selama ini. Maka, bahagialah sang Raja.

 

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu bisa menjadi seorang raja tanpa ada penantang atas takhtanya, dan ia pun berusaha untuk menyingkirkan Dewi Kadita. Kemudian, Dewi Mutiara datang menghadap Sang Raja, dan memintanya agar sang Raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu Raja menolak. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara hanya tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi, dalam hatinya masih tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

 

Pada keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun sakti ahli tenung (santet). Dia ingin sang dukun menenung atau menyantet Kadita, anak tirinya. Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Saat ia terbangun, Kadita menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Sang putri raja yang cantik jelita itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

 

Ketika Sang Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit saat Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puteri kandungnya sendiri. Sebab, dianggap akan mendatangkan malapetaka atau kesialan bagi seluruh negeri. Karena Sang Raja tidak ingin puterinya menjadi gunjingan setiap orang di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

 

Puteri yang malang itu pun pergi berkelana sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Karena saking sedihnya, ia hampir tidak dapat menangis lagi. Namun, Dewi Kadita yang berhati yang mulia, sama sekali tidak menyimpan rasa dendam kepada ibu tirinya tersebut. Malahan ia selalu meminta agar Sang Hyang Kersa mengampuni dosa-dosa ibu tirinya.

 

Hampir tujuh hari dan tujuh malam ia berjalan sampai akhirnya tiba di sebuah Samudera Selatan. Ia memandang samudera itu. Airnya tampak bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Akhirnya, ia pun melompat ke dalam air dan berenang. Saat air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizatpun terjadi. Bisul di seluruh tubuhnya lenyap dan tak berbekas. Malahan, ia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini ia memiliki kuasa dalam Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Roro Kidul yang hidup abadi selamanya.